Strategi Retargeting Creator untuk Naikkan ROAS Tanpa Naik Budget

Strategi Retargeting Creator untuk Naikkan ROAS Tanpa Naik Budget

You are currently viewing Strategi Retargeting Creator untuk Naikkan ROAS Tanpa Naik Budget

Dalam ekosistem pemasaran digital yang makin kompetitif, brand dituntut menghasilkan konversi tinggi dengan biaya serendah mungkin. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah retargeting berbasis creator strategi yang menggabungkan trust creator dengan efisiensi distribusi iklan. Teknik ini berkembang pesat karena mampu menaikkan ROAS tanpa menambah budget iklan, terutama ketika biaya iklan di Meta dan TikTok terus meningkat.

Menurut laporan Tech in Asia (2024), biaya CPM di Indonesia naik 18–23% dalam setahun terakhir seiring membludaknya pengiklan UMKM dan brand besar yang berebut slot. Sementara itu, riset HubSpot Marketing Trends Report 2024 mencatat bahwa konten creator terutama micro creator menyumbang hingga 47% peningkatan purchase intent dibanding iklan brand tunggal. Kombinasi dua tren ini membuat retargeting creator menjadi formula ideal untuk mengoptimalkan budget.

Mengapa Retargeting Creator Efektif?

Strategi Retargeting Creator untuk Naikkan ROAS Tanpa Naik Budget. (Foto: Ilustrasi)

a. Trust Creator Lebih Tinggi Dibanding Brand

Studi Nielsen Global Trust in Advertising menegaskan bahwa 92% konsumen lebih percaya rekomendasi dari orang dibanding brand. Retargeting menggunakan wajah creator memberi efek “human touch” yang tidak dimiliki iklan statis.

b. Audience Sudah Hangat

Retargeting bukan menembak audiens baru. Kita hanya “memulai ulang percakapan” dengan user yang pernah:

  • melihat video creator,

  • mengunjungi website/LP,

  • klik produk di TikTok Shop,

  • simpan konten,

  • atau masuk keranjang namun belum checkout.

Karena mereka sudah kenal creator, conversion rate bisa naik 2–4 kali lipat.

c. Biaya CPM Lebih Rendah pada Konten Creator

Data Meta Business Insights Asia 2024 mencatat bahwa konten kreator terutama UGC cenderung memiliki CPM 20–35% lebih rendah dibanding iklan brand. Artinya, impresi lebih banyak dengan budget yang sama.

Baca Juga: Trend “Aura Farming”: Bagaimana Influencer Bisa Memanfaatkan “Karismanya” untuk Kampanye Affiliate

Strategi Retargeting Creator yang Terbukti Menaikkan ROAS

1) Retargeting dengan “Creator Testimonial Loop”

Gunakan creator yang sama untuk:

  • video awareness,

  • kemudian video testimonial pendek sebagai retargeting.

Strategi ini menciptakan message consistency yang mempercepat trust.
Contoh script retargeting 6–10 detik:

“Kemarin kamu sempat lihat videoku ya? Banyak yang DM nanya ini beneran works. Nih aku tunjukin real hasilnya…”

Studi Harvard Business Review (2023) menunjukkan konsistensi pesan meningkatkan recall hingga 68%.

2) Creative Swap: Retargeting dengan Angle Berbeda

Audiens yang sudah pernah melihat konten pertama biasanya butuh “alasan baru” untuk tertarik.
Beberapa angle retargeting yang efektif:

  • Social Proof: testimoni pelanggan.

  • Problem → Relief: fokus ke rasa lega setelah pakai produk.

  • Urgency Soft: tanpa hard-selling, misalnya “stok cepat habis minggu ini.”

  • Behind the Scene Creator: lebih natural, CTR meningkat rata-rata 14–22%.

3) Gunakan Custom Audience Berdasarkan Depth Interactions

Meta & TikTok memberi banyak opsi audience retargeting:

  • 95% video view di konten creator

  • Add to cart tapi belum checkout

  • Klik produk di TikTok Shop

  • IG DM atau comment

  • Pengunjung LP (via Pixel/CAPI)

Menurut laporan TikTok Marketing Science APAC 2024, retargeting berdasarkan high-intent signals menaikkan ROAS hingga 54%.

4) Retargeting Dengan “Creator Reminder Ads”

Teknik yang sedang naik daun. Creator tampil seperti “ingatkan kamu lagi,” misalnya:

“Eh, kamu kemarin lihat ini tapi belum coba ya? Nih aku kasih lihat kenapa banyak orang cocok…”

Soft reminder ini sangat efektif di kategori beauty, health, F&B, dan fashion.

5) Kombinasi Retargeting & Promo Terbatas

Tidak perlu menaikkan budget—cukup ubah offer.
Contoh:

  • Gratis ongkir 24 jam

  • Free gift kecil

  • Diskon tipis (5–10%)

  • Bonus item dengan jumlah terbatas

Menurut McKinsey Consumer Insight (2023), limited incentive bisa meningkatkan conversion rate hingga 42% saat dipadukan dengan retargeting creator.

Cara Mengoptimalkan ROAS Tanpa Menaikkan Budget

a. Frekuensi Optimal: 2–4 Kali

Frekuensi terlalu tinggi membuat audience ad fatigue. Jaga frekuensi di angka 2–4 per minggu.

b. Split Test Format

Coba 3 format:

  • Talking head natural

  • Testimonial + B-roll

  • POV creator

Creator POV sering memiliki CTR tertinggi karena terasa “dekat”.

c. Hindari Over-Editing

Menurut laporan Later & Influencer Marketing Hub 2024, konten yang terlihat “authentic” outperform iklan studio di hampir semua kategori.

Baca Juga: Kenapa Brand Lebih Pilih Creator Micro Tapi Ngebut Konversi?

Kesimpulan

Retargeting creator adalah cara paling cerdas untuk meningkatkan ROAS tanpa menyentuh penambahan budget. Dengan menggabungkan trust creator, creative angle yang relevan, dan segmentasi audience yang tepat, brand bisa mendapatkan hasil 2–4x lebih efisien dibanding iklan brand tradisional.

Strategi ini bukan hanya tren, tetapi kebutuhan terutama di era kenaikan CPM dan persaingan ketat antar brand. Dengan pendekatan yang tepat, retargeting creator bisa menjadi senjata utama untuk pertumbuhan iklan yang lebih hemat dan berkali lipat lebih efektif.

Leave a Reply