Instagram dan TikTok Bisa Diukur di Google

Tren Search & Social Commerce 2026

Konten Instagram dan TikTok Kini Bisa Diukur di Google: Apa Artinya bagi Toko Online?

Google Search Console kini dapat menunjukkan bagaimana postingan Instagram, video TikTok, konten X, dan video YouTube ditemukan melalui Google. Bagi bisnis, data ini membuka cara baru untuk menghubungkan perhatian dari konten sosial dengan halaman produk dan pembelian di toko online.

Oleh Tim SalfokDiperbarui 3 Agustus 2026Estimasi baca 15 menit
Konten sosial juga dicari

Postingan dan video tidak hanya hidup di feed aplikasi. Sebagian dapat ditemukan melalui Google Search, Discover, dan Google News.

Search demand menjadi terlihat

Bisnis dapat melihat istilah pencarian yang membawa orang ke konten sosialnya melalui Google.

Toko online menjadi tujuan

Insight konten perlu diteruskan ke halaman produk yang jelas agar perhatian tidak berhenti pada view.

Apa yang Berubah di Google Search Console?

Pada 7 Juli 2026, Google memperkenalkan platform properties sebagai jenis properti baru di Search Console. Fitur ini ditujukan kepada pemilik situs, kreator, publisher, social media manager, dan bisnis yang ingin memahami bagaimana konten mereka di Instagram, TikTok, X, dan YouTube ditemukan melalui Google Search dan Discover.[1]

Sebelumnya, Search Console identik dengan website. Bisnis menggunakannya untuk melihat halaman apa yang muncul di Google, kata kunci yang mendatangkan klik, dan masalah teknis yang menghambat visibilitas situs. Sekarang, akun sosial yang terverifikasi dapat ditambahkan sebagai properti tersendiri.

Ini penting karena perjalanan pelanggan tidak selalu dimulai dari website. Seseorang bisa menemukan video TikTok saat mencari rekomendasi produk di Google, melihat Reel Instagram yang menjelaskan cara penggunaan, kemudian mengunjungi profil brand sebelum membuka toko online.

Perubahan besarnya: media sosial dan mesin pencari tidak lagi dapat diperlakukan sebagai dua jalur yang sepenuhnya terpisah. Konten sosial dapat menjadi pintu masuk dari Google, sedangkan toko online menjadi tempat pelanggan memahami produk dan melanjutkan pembelian.

Apa Itu Platform Properties di Search Console?

Platform Properties adalah jenis properti di Google Search Console yang menampilkan performa konten dari platform sosial dan video ketika konten tersebut ditemukan melalui Google. Empat platform yang didukung saat peluncuran adalah:

  • Instagram
  • TikTok
  • X
  • YouTube
READ  Menyiapkan Toko Online untuk Google dan Pencarian AI

Setiap akun atau channel perlu ditambahkan sebagai properti terpisah. Bila bisnis memiliki dua akun Instagram, satu akun TikTok, dan satu channel YouTube, masing-masing harus dihubungkan sendiri agar datanya dapat dianalisis secara terpisah.[2]

Fitur masih dirilis bertahap. Google menyatakan Platform Properties belum tentu tersedia untuk semua akun pada saat yang sama. Jadi, jangan panik jika pilihan Instagram atau TikTok belum terlihat di menu “Add property”.[2]

Data Apa yang Bisa Dilihat?

Setelah akun berhasil diverifikasi dan data mulai terkumpul, Search Console menyediakan beberapa laporan. Data awal biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk muncul.[2]

Data atau LaporanApa yang Ditampilkan?Manfaat bagi Bisnis
ClicksJumlah klik dari permukaan Google menuju konten atau profil sosial.Mengetahui konten yang mendorong orang membuka postingan.
ImpressionsJumlah kemunculan konten dalam hasil Google.Menilai visibilitas konten di luar aplikasi sosial.
CTRPersentase impression yang menghasilkan klik.Membandingkan daya tarik topik, judul, caption, atau format.
Average positionPosisi rata-rata konten dalam hasil pencarian.Melihat perkembangan posisi pada pencarian tertentu.
Search queriesIstilah yang digunakan orang sebelum menemukan konten.Menemukan bahasa pelanggan, kebutuhan, dan topik yang naik.
Top contentPostingan atau video yang paling banyak mendatangkan traffic.Menentukan konten yang layak diperpanjang atau dibuat lanjutan.
Country dan deviceNegara asal pengguna dan perangkat yang digunakan.Menyesuaikan format serta pengalaman halaman tujuan.
InsightsRingkasan tren 28 hari, konten teratas, dan cara orang menemukan akun.Memberi gambaran cepat tanpa laporan detail.
AchievementsMilestone berbasis pertumbuhan klik dari Google.Membantu tim melihat progres visibilitas konten.

Google juga menyediakan filter 24 jam pada laporan performa. Filter ini dapat membantu tim menemukan video atau postingan yang baru mulai memperoleh perhatian dari pencarian Google, lalu merespons lebih cepat dengan konten lanjutan atau promosi silang.[3]

Apa yang Tidak Diukur oleh Platform Properties?

Platform Properties hanya menunjukkan bagaimana konten sosial bekerja di Google. Data ini tidak menunjukkan berapa kali video muncul di For You Page TikTok, berapa banyak orang melihat Reel di Instagram, atau berapa engagement yang terjadi di dalam aplikasi sosial.[2]

AlatMenjawab Pertanyaan Apa?
Search Console Platform PropertiesBagaimana konten Instagram atau TikTok ditemukan dan diklik melalui Google?
Instagram Insights / TikTok AnalyticsBagaimana konten tampil, ditonton, disimpan, dibagikan, atau menghasilkan engagement di dalam platform?
Website analyticsApa yang dilakukan pengunjung setelah membuka toko online?
Data transaksi tokoTraffic dan konten mana yang berujung pada add to cart, checkout, atau penjualan?

Keempat sumber data tersebut sebaiknya dipakai bersama. Search Console membantu menemukan permintaan pencarian. Analytics sosial menunjukkan respons audiens di dalam platform. Website analytics dan data transaksi menunjukkan apakah perhatian tersebut menghasilkan tindakan bisnis.

Bagaimana Cara Menghubungkan Instagram dan TikTok ke Search Console?

Buka Google Search Console

Masuk menggunakan akun Google yang akan dipakai untuk mengelola laporan bisnis.

Pilih “Add property”

Buka pemilih properti di sisi kiri, kemudian tambahkan properti baru.

Pilih platform

Pilih Instagram, TikTok, X, atau YouTube dari pilihan yang tersedia.

Ikuti proses otorisasi

Masuk ke akun platform dan setujui proses verifikasi kepemilikan.

Tunggu data diproses

Google menyebut data dapat membutuhkan beberapa hari untuk mulai muncul.

Ulangi untuk akun lainnya

Setiap profil atau channel perlu dibuat sebagai properti terpisah.

Kepemilikan akan diperiksa secara berkala. Bila koneksi terputus, akses laporan dapat berhenti sementara sampai akun diverifikasi ulang. Data lama tetap tersedia setelah koneksi dipulihkan.[2]

Apa Artinya bagi Pemilik Toko Online?

Nilai sebenarnya muncul ketika bisnis menghubungkan tiga tahap yang selama ini sering dikelola secara terpisah:

Pencarian di Google
Konten Instagram atau TikTok
Profil dan tautan
Halaman produk di toko online
Checkout

1. Konten sosial dapat memiliki umur lebih panjang

Konten yang sudah tidak ramai di feed masih dapat ditemukan ketika orang mencari topik terkait di Google. Tutorial, perbandingan, ulasan penggunaan, dan jawaban atas pertanyaan produk memiliki nilai pencarian lebih panjang daripada konten yang hanya bergantung pada tren sesaat.

2. Bisnis dapat melihat bahasa yang digunakan pelanggan

Query dari Google menunjukkan kata dan pertanyaan yang membawa orang ke konten. Insight ini dapat digunakan untuk memperbaiki judul produk, kategori, FAQ, artikel, dan konten berikutnya.

READ  Menyiapkan Toko Online untuk Google dan Pencarian AI

3. Konten terbaik dapat dihubungkan ke halaman produk yang tepat

Bila video “cara memilih ukuran sepatu lari” memperoleh klik tinggi, bisnis sebaiknya mengarahkan pengunjung ke panduan ukuran, kategori sepatu lari, atau produk yang relevan—bukan hanya beranda.

4. Social media dan SEO dapat memakai satu insight yang sama

Tim sosial media dapat mengetahui topik pencarian yang naik. Tim SEO dapat melihat format sosial yang menarik perhatian. Tim toko online dapat menyiapkan halaman produk yang melanjutkan kebutuhan pengguna.

Prinsip Salfok: konten menciptakan perhatian, tetapi toko online memberi pelanggan tempat yang jelas untuk memahami produk, membandingkan pilihan, dan melanjutkan pembelian.

Bagaimana Mengubah Data Search Console Menjadi Peluang Penjualan?

Temukan konten yang naik di Google

Periksa postingan atau video dengan pertumbuhan impression dan klik.

Baca query yang membawanya

Kelompokkan query berdasarkan niat: informasi, perbandingan, rekomendasi, harga, atau pembelian.

Cocokkan dengan halaman toko

Tentukan produk, kategori, panduan, atau bundel yang paling tepat.

Perjelas jalur dari konten

Gunakan link profil, CTA dalam caption, komentar tersemat, atau halaman tautan.

Pastikan halaman tujuan siap

Halaman harus menjelaskan produk, harga, variasi, stok, manfaat, pengiriman, dan cara membeli.

Ukur tindakan setelah klik

Gunakan UTM dan analytics untuk membedakan sumber, kampanye, dan konten.

Buat siklus konten lanjutan

Ubah query menjadi video lanjutan, FAQ produk, artikel, carousel, atau halaman perbandingan.

Bagaimana Mengoptimalkan Konten Instagram dan TikTok agar Lebih Mudah Ditemukan di Google?

Tidak ada jaminan sebuah postingan sosial akan muncul di Google. Namun, bisnis dapat membuat isi kontennya lebih jelas dan sesuai dengan cara orang mencari.

Gunakan topik yang spesifik

Konten “Produk terbaru kami” terlalu umum. Konten “Cara memilih sunscreen untuk kulit berminyak yang tidak terasa lengket” memberi konteks lebih jelas.

Tulis caption yang menjelaskan isi

Jangan mengandalkan hashtag sebagai satu-satunya konteks. Jelaskan produk, masalah, target pengguna, dan hasil yang dibahas dalam bahasa alami.

Gunakan teks yang terbaca dalam video

Judul visual, subtitle, dan penyebutan produk membantu pengguna memahami isi video tanpa suara.

Jawab pertanyaan pelanggan

Ubah pertanyaan di komentar, chat, dan customer service menjadi konten. Pertanyaan nyata sering lebih dekat dengan search intent daripada asumsi tim.

Perbarui caption dengan hati-hati

Google menyarankan penggunaan data Search Console untuk melihat apakah perubahan judul atau caption berdampak pada cara konten ditemukan.[3]

Bandingkan format

Bisnis dapat membandingkan Reel dengan postingan biasa, atau YouTube Shorts dengan video panjang, untuk memahami format mana yang cocok bagi topik tertentu.[3]

Bagaimana Menyiapkan Toko Online sebagai Halaman Tujuan?

Mendapatkan klik dari konten sosial belum berarti mendapatkan penjualan. Ketika pengunjung masuk ke toko online, mereka perlu segera memahami apakah produk tersebut relevan.

  • Gunakan nama produk yang jelas.
  • Tampilkan harga, variasi, dan ketersediaan.
  • Jelaskan manfaat utama dan target pengguna.
  • Gunakan foto atau video yang selaras dengan konten sosial.
  • Sediakan informasi ukuran, bahan, komposisi, atau spesifikasi.
  • Jelaskan pengiriman, retur, dan metode pembayaran.
  • Gunakan CTA yang jelas dan tidak bersaing dengan terlalu banyak tombol.
  • Pastikan halaman cepat dan nyaman di mobile.
  • Hubungkan halaman produk dengan panduan atau FAQ terkait.
Hindari mengarahkan semua traffic ke beranda. Orang yang baru menonton konten tentang satu produk membutuhkan halaman yang melanjutkan konteks tersebut.

Bagaimana Menggunakan UTM dan Analytics?

Search Console menunjukkan bagaimana konten sosial ditemukan melalui Google. Untuk mengetahui tindakan setelah seseorang membuka toko online, bisnis memerlukan analytics dan parameter kampanye.

Contoh link UTM dari bio TikTok

https://tokosaya.com/produk/sunscreen-daily/
?utm_source=tiktok
&utm_medium=social
&utm_campaign=edukasi_sunscreen
&utm_content=video_kulit_berminyak
ParameterFungsiContoh
utm_sourceSumber traffic.instagram, tiktok, youtube
utm_mediumJenis channel.social, organic_social
utm_campaignKampanye atau tema.launch_produk_a
utm_contentMembedakan konten.reel_01, video_kulit_berminyak

Gunakan penamaan secara konsisten. Jangan memakai “TikTok”, “tiktok”, dan “TT” untuk sumber yang sama karena data akan terpecah.

Metrik yang perlu dipantau

  • Sesi dari Instagram dan TikTok.
  • Landing page pertama.
  • View produk.
  • Klik tombol beli.
  • Add to cart.
  • Mulai checkout.
  • Pembelian dan nilai transaksi.
  • Conversion rate setiap sumber.

Contoh Penerapan untuk Bisnis

Contoh 1 — Brand Skincare

Query naik: “sunscreen untuk kulit berminyak”

Search Console menunjukkan satu video TikTok memperoleh impression dan klik dari query tersebut. Brand dapat membuat video lanjutan tentang tekstur, ketahanan, dan penggunaan, lalu mengarahkan pengunjung ke halaman produk yang menjelaskan jenis kulit, kandungan, harga, dan pengiriman.

Contoh 3 — Bisnis Makanan

Konten resep mendatangkan pencarian, tetapi bukan transaksi

Video resep memperoleh banyak klik dari Google, tetapi halaman bio hanya mengarah ke beranda. Bisnis dapat membuat bundel bahan sesuai resep dan mengarahkan CTA langsung ke bundel tersebut.

Kesalahan Apa yang Perlu Dihindari?

1. Menganggap Search Console mengukur view di TikTok atau Instagram

Platform Properties mengukur interaksi melalui Google, bukan distribusi dan engagement di dalam aplikasi sosial.

2. Mengarahkan semua konten ke satu halaman umum

Pengunjung yang mencari topik spesifik membutuhkan halaman tujuan yang spesifik pula.

3. Mengejar impression tanpa memeriksa intent

Impression tinggi belum tentu bernilai komersial. Bedakan query informasi, perbandingan, rekomendasi, dan pembelian.

4. Memasukkan semua kata kunci ke caption

Gunakan bahasa yang wajar, spesifik, dan membantu—bukan pengulangan kata kunci.

5. Tidak memasang analytics di toko online

Tanpa analytics, bisnis tidak tahu apakah pengunjung melihat produk, menambahkan ke keranjang, atau membeli.

6. Mengubah strategi hanya dari data satu hari

Filter 24 jam berguna untuk tren cepat, tetapi keputusan besar perlu melihat data lebih panjang dan kualitas konversi.

7. Menganggap fitur sudah tersedia untuk semua akun

Peluncuran dilakukan bertahap. Ketiadaan pilihan Platform Properties belum tentu berarti akun bermasalah.

Checklist Menghubungkan Konten Sosial dengan Toko Online

  • Akun Instagram atau TikTok dapat diverifikasi.
  • Platform Properties sudah diperiksa.
  • Query dengan impression dan klik tertinggi dipetakan.
  • Konten dengan pertumbuhan 24 jam dipantau.
  • Topik dicocokkan dengan produk atau kategori.
  • Link profil mengarah ke halaman yang jelas.
  • Setiap kampanye menggunakan UTM.
  • Penamaan UTM konsisten.
  • Analytics toko online aktif.
  • Event view product, add to cart, dan purchase tercatat.
  • Halaman produk nyaman di mobile.
  • Harga, stok, varian, dan pengiriman mudah ditemukan.
  • Konten dan halaman produk memakai bahasa selaras.
  • Konten yang naik dibuatkan versi lanjutan.
  • Evaluasi berdasarkan conversion, bukan view saja.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah konten Instagram dan TikTok otomatis muncul di Google?

Tidak. Sebagian konten sosial dapat ditemukan melalui Google, tetapi tidak semua postingan otomatis diindeks atau ditampilkan.

Apakah Search Console dapat melihat jumlah view di TikTok?

Tidak. Search Console hanya menunjukkan performa konten ketika ditemukan melalui Google.

Platform apa saja yang didukung?

Saat peluncuran, Google mendukung Instagram, TikTok, X, dan YouTube.

Mengapa pilihan Instagram atau TikTok belum muncul?

Google merilis fitur ini secara bertahap. Periksa kembali dan pastikan akun Google memiliki akses terhadap profil yang ingin diverifikasi.

Berapa lama data muncul setelah akun dihubungkan?

Google menyatakan data membutuhkan beberapa hari untuk dikumpulkan dan diproses.

Apakah fitur ini berguna untuk toko online kecil?

Ya. Data query dan konten teratas dapat membantu usaha kecil memprioritaskan topik serta halaman produk berdasarkan permintaan nyata.

Apakah harus memiliki website?

Tidak untuk melihat performa platform sosial. Namun, toko online tetap penting untuk menyediakan katalog, informasi produk, dan jalur pembelian yang dapat dikendalikan sendiri.

Apa metrik terpenting untuk bisnis?

Perhatikan query, klik, CTR, konten teratas, landing page, view produk, add to cart, checkout, dan penjualan—bukan impression saja.

Kesimpulan

Platform Properties membuat hubungan antara Google dan media sosial menjadi lebih terlihat. Bisnis kini dapat mengetahui postingan Instagram atau video TikTok mana yang memperoleh perhatian dari pencarian, istilah apa yang digunakan orang, dan kapan suatu topik mulai naik.

Namun, data tersebut baru bernilai ketika dihubungkan dengan perjalanan pelanggan. Konten harus memiliki jalur jelas menuju halaman produk. Halaman produk harus menjawab kebutuhan yang muncul dalam pencarian. Analytics harus menunjukkan apakah klik berlanjut menjadi view produk, add to cart, checkout, atau pembelian.

Dengan cara itu, Instagram dan TikTok tidak hanya menjadi tempat mendapatkan view. Keduanya menjadi bagian dari sistem penemuan produk yang terhubung dengan toko online dan hasil bisnis.

Sumber Resmi

  1. Google Search Central Blog — See How Content from Social and Video Platforms Performs on Google Search, 7 Juli 2026.
  2. Google Search Console Help — About Platform Properties in Search Console.
  3. Google Search Central Documentation — Analyze Your Social and Video Platform Content Performance in Search Console, diperbarui 29 Juli 2026.